Fakta meupakat bentuk konkrit dari sebuah realitas, namun mengertikah kita akan makna dari fakta tersebut, dan akan dijadikan sebagai apa fakta tersebut. Inilah yang akan menjadi bahan kajian kita sehingga kita dapat memahami secara utuh apakah fakta tersebut.
Fakta yamg mana berasal dari bahasa Latin dan berarti factus, ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indera manusia. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data. Secara terminologi fakta berarti suatu hal yang sungguh-sungguh terjadi, atau bukti nyata sebuah peristiwa (Puis:1994). Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya. namun pernahkah kita bertanya bahwa fakta itu bukanlah sebuah kebenaran melainkan fakta itu hanyalah sebuah stimulus untuk mendapatkan kebenaran.
Menurut Plato, hakekat segala sesuatu tidak terletak pada sifat materi atau bendawi, tetapi sesuatu yang berada dibalik materi itu, yaitu ide. Ide bersifat kekal, immaterial, dan tidak berubah. Walaupun materi hancur, ide tidak ikut musnah. Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa fakta yang melalui pertimbangan berbagai indra dalam diri manusia dapat melahirkan ide.
Fakta merupakan hasil pengamatan dari seseorang yang bisa objektif dan dapat dilakukan verivikasi oleh siapapun. Diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:
Fakta yamg mana berasal dari bahasa Latin dan berarti factus, ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indera manusia. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data. Secara terminologi fakta berarti suatu hal yang sungguh-sungguh terjadi, atau bukti nyata sebuah peristiwa (Puis:1994). Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya. namun pernahkah kita bertanya bahwa fakta itu bukanlah sebuah kebenaran melainkan fakta itu hanyalah sebuah stimulus untuk mendapatkan kebenaran.
Menurut Plato, hakekat segala sesuatu tidak terletak pada sifat materi atau bendawi, tetapi sesuatu yang berada dibalik materi itu, yaitu ide. Ide bersifat kekal, immaterial, dan tidak berubah. Walaupun materi hancur, ide tidak ikut musnah. Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa fakta yang melalui pertimbangan berbagai indra dalam diri manusia dapat melahirkan ide.
Fakta merupakan hasil pengamatan dari seseorang yang bisa objektif dan dapat dilakukan verivikasi oleh siapapun. Diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:
- Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
- Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
- Informasi mengenai subyek tertentu
- Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna
Jadi dapat disimpulkan bahwa fakta Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.
Sumber:
- Perkuliahan Filsafat Ilmu, Universitas Pendidikan Indonesia
- Puis A. Partanto, Kamusl Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola, 1994
Tidak ada komentar:
Posting Komentar