Sungguh ironis keadaan negeri ini, dimana para rakyatnya sangat rela mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan mungkin nyawa mereka hanya untuk mendapatkan barang yang mungkin tidak terlalu penting.
Kericuhan sempat terjadi antarsesama calon pembeli Blackberry Bold 9790 atau disebut Bellagio, saat mengantre di Pacific Place, Jakarta, Jumat (25/11/2011). hal ini terjadi karena pada penjualan perdana smartphone terbaru buatan Research In Motion (RIM) ini, 1.000 pembeli pertama mendapatkan diskon 50 persen khusus pembelian dengan kartu kredit. Bellagio sendiri dibanderol dengan harga resmi sekitar Rp 4,6 juta.
Yaaaah sekitar Rp. 2,3 juta lah, memang menggiurkan dan siapa yang tidak tergoda. bagi yang punya harta berlebih itu tidak jadi masalah, namun bagaimana yang tidak punya uang, hahahahaha, itu malah jadi masalah ketika memaksakan hanya untuk bergaya.
Di tengah berkembangnya era komunikasi, memang keberadaan hand phone sangat dibutuhkan. Indonesia terpilih menjadi negara pertama peluncuran BlackBerry Bold 9790 atau yang juga disebut Bellagio atau Onyx 3. Tidak seperti dua pendahulunya, Bold 9790 sudah dilengkapi layar sentuh selain keypad QWERTY.
Saking antusiasnya calon pembeli, antrean sempat ricuh bahkan jatuh korban luka-luka. Ironis, sungguh sangat ironis.
Pola komsumtif Masyarakat Indonesia menjadi lahan bisnis untuk memasarkan produk apapun, sehingga jangan heran ketika perekonomian dan kreatifitas masyarakat Indonesia sampai sekarang masih tertinggal dari masyarakat Negara lain bisa jadi karena pola kumsumtif yang tak dapat terbendung. pola seperti itu bisa disebabkan beberapa hal, mulai dari yang memang membutuhkan sampai dengan hanya untuk bergaya. Yaah memang itu terserah pada individu masing-masing, namun tu bisa membuktikan bahwa kita belum bisa untuk mengurangi bahkan akan kecanduan dengan pola komsumtif tersebut.